Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts

Monday, March 7, 2011

Manuskrip Paling Misterius di Dunia ["Ada yang mengatakan manuskrip ini kode rahasia yang menunjukkan resep ramuan keabadian"]

Manuskrip Voynich, paling misterius di dunia
Bila ada sebuah manuskrip yang paling membuat pusing para ilmuwan, itu adalah manuskrip Voynich.

Disebut-sebut sebagai manuskrip paling misterius, manuskrip Voynick ditemukan oleh seorang penjual buku bernama Wilfrid Voynich, pada 1912, di Villa Mondragone, dekat Roma.

Seperti dikutip Discovery News, manuskrip tua ini dipercaya berasal dari abad 15. Greg Hodgins, dari Departemen Fisika University of Arizona bekerja sama dengan School of Anthropology Arizona mengatakan bahwa manuskrip ini dibuat antara tahun 1404-1438.

Voynich mengumumkan temuan mansukrip tersebut dengan harapan agar manuskrip itu bisa diterjemahkan. Ia mengklaim bahwa manuskrip itu sebelumnya dimiliki oleh Rudolf II dari kerajaan Habsburg di abad 16.

Voynich juga percaya bahwa manuskrip itu dibuat oleh Roger Bacon, seorang ilmuwan Inggris dari abad 13. Namun, klaim Voynich ini setelah diuji oleh pengukuran umur karbon, tidak terbukti.

Yang jelas, manuskrip setebal 250 halaman dan terdiri dari 250.000 karakter ini memang sangat sulit dipecahkan. Terbagi dalam beberapa kelompok, seperti tulisan dan kalimat, beberapa di antaranya mirip huruf latin Latin dan angka-angka Romawi, yang lainnya bahkan menggunakan bahasa yang belum diketahui.

Selain itu, mansukrip ini juga memiliki tulisan tangan teka-teki yang dikelilingi dengan ilustrasi gambar yang ruwet: tanaman yang tidak bisa diidentifikasi, simbol-simbol astrologi, jaringan pipa, dan gambar perempuan yang tengah mandi di dalam carian berwarna hijau.

"Siapa yang tahu apa yang ditulis di manuskrip itu. Lihat saja. Apa itu berkaitan dengan botani? Apakah mereka organisme laut? Apakah terkait astrologi? Tidak ada yang tahu," kata Hodgins.

Ada spekulasi yang mengatakan bahwa manuskrip itu merupakan hasil karya milik sekte keagamaan, dokumen satu-satunya yang tersisa dari sebuah bahasa yang sudah terlupakan, kode rahasia yang menunjukkan resep ramuan keabadian. Namun, beberapa pakar juga mengatakan bahwa manuskrip ini hanya sekadar hoax.

Pada 2003 seorang pakar komputer Gordon Rugg sempat mendemonstrasikan bahwa teks-teks di mansukrip itu bisa dipecahkan dengan sebuah perangkat enkripsi yang ditemukan pada 1550, Cardan Grille. "Walaupun saya belum yakin 100 persen dengan keakuratan perkiraan usia manuskrip ini."

Menurut Nick Pelling, penulis buku "The Curse of the Voynich," kecil kemungkinan manuskrip itu dibuat setelah tahun 1500.

Komputer 1 Milimeter Kubik

Komputer 1 Milimeter Kubik
Kemajuan teknologi memungkinkan perangkat elektronik untuk menjalankan sebuah fungsi yang sama dengan ukuran yang semakin mengecil.

Belum lama ini, situs Techreview mengupas sebuah sensor komputer nirkabel yang ukurannya hanya satu milimeter kubik. Alat supermini ini berfungsi sebagai sebuah implan yang dipasang di mata seorang penderita penyakit glukoma.

Kendati ukurannya yang sangat kecil, perangkat elektronik ini sudah menggabungkan berbagai jenis piranti keras, meliputi sebuah prosesor, memori, sensor tekanan, sel surya, film tipis baterai lithium, serta sebuah transmitter.

Alat besutan para ilmuwan dari University of Michigan itu berguna untuk membaca tekanan pada mata penderita glukoma selama 24 jam, dan mentransmisikan data tersebut kepada dokter yang menangani pasien tersebut.

Pembacaan tekanan oleh sensor diambil setiap 15 menit sekali, dan perangkat itu akan menyimpannya ke dalam memori, sebelum alat itu kemudian mengunggahnya ke perangkat eksternal. Sel surya alat ini ukurannya hanya 0,007 milimeter persegi secara konstan menyuplai baterai.

Sel surya ini harus disinari matahari sekitar 1,5 jam atau setidaknya terkena cahaya luar ruangan selama 10 jam.

Menurut insinyur dari University of Michigan, Dennis Sylvester, tantangan utama dari alat ini bukanlah ukuran rangkaian listrik yang sangat kecil, melainkan kecilnya tenaga listrik yang mampu disuplai oleh baterai. Semua komponen didesain untuk memakai tenaga listrik sesedikit mungkin.

Oleh karena itu, para ilmuwan membuat alat ini dengan teknologi pemrosesan 180 nanometer, bukan 32 nanometer. Sebab, semakin kecil rangkaian listrik, akan semakin banyak kebocorannya. Sementara, sel memori juga didesain untuk bekerja pada tegangan 400 milivolt, bukan 1 volt.

Sensor tekanan hanya mengonsumsi rata-rata 5,3 nanowatt. Prosesor bekerja pada 100 kilohertz (KHz) bukan 1 GHz seperti pada kebanyakan ponsel. Dan memori yang ada memiliki daya tampung 4 kilobit.

Dengan kapasitas yang kecil, perangkat transmitter nirkabel bertugas untuk mengirimkan data dari memori secara nirkabel ke sebuah tempat penyimpanan lebih besar yang jaraknya 10 cm dari letak alat implan ini.

Sensor kecil seperti ini tentu saja juga bisa dibuat untuk berbagai keperluan pengawasan biomedis lain, seperti menelusuri perkembangan tumor, mengawasi perkembangan polutan di lingkungan tertentu, atau menyediakan sistem pengamatan untuk tujuan keamanan.

Sumber :
http://www.vivanews.com/

Gedung Segitiga Anti Badai


Kenangan pahit di masa lalu memang bisa menjadi pelajaran yang berharga untuk memperbaiki masa depan.

Ini mungkin yang akan terjadi pada kota New Orleans, Louisiana, Amerika Serikat, yang terkena musibah hebat Badai Katrina pada 2005.

Kini, sekelompok desainer dari Boston berupaya membangun kembali New Orleans dengan membuat sebuah gedung jangkung bergaya futuristik yang diklaim kebal terhadap serangan badai serupa.

Mereka telah menyerahkan proposal untuk mendirikan bangunan raksasa itu di pinggiran Sungai Mississippi.

Bangunan yang diberi nama New Orleans Arcology Habitat atau disingkat NOAH, itu memiliki tinggi 1.200ft (365,76 meter), dengan luas 2.787.091,2 meter persegi dan mampu menampung hingga 40 ribu orang penghuni.

NOAH akan menyediakan berbagai fasilitas yang dimiliki oleh sebuah kota, meliputi hotel, pertokoan, kasino, bahkan sekolah. Bangunan ini mengambil bentuk segitiga karena didesain khusus untuk menerima efek daya rusak yang minimal dan bisa melewatkan terjangan badai.

Called the New Orleans Arcology Habitat - or NOAH -tThe sturdy triangular creation reduces the effects of extreme weather by allowing it to blow through the middle

"Solusi kami adalah untuk mengatasi berbagai tantangan dan mengambil keuntungan dari konflik yang dialami oleh bangunan urban yang mengapung," kata Kevin Schopfer desainer konsep bangunan ini, seperti dikutip dari situs DailyMail.

Tantangan pertama, kata Schopfer, adalah menemukan cara agar bangunan bisa bertahan dari kerusakan fisik dan psikologis akibat cuaca yang tak bersahabat. Selain itu, bagaimana agar kota bisa tetap menyediakan lingkungan yang aman dan stabil dalam hal ekonomi.

Tantangan lainnya adalah karena kota New Orleans berada di atas struktur tanah yang lunak, berupa endapan lumpur dan tanah lempung. Tak hanya itu, sebagian kota ini juga memiliki ketinggian di bawah permukaan air laut sehingga sangat rawan terhadap banjir.
Namun, struktur yang dirancang untuk NOAH ternyata tak cuma cocok untuk New Orleans. Schopfer percaya, bangunan ini bisa diterapkan di wilayah pantai urban manapun. "NOAH bisa menjadi bagian terdepan dari era baru pertumbuhan urban."

Sumber :
http://www.vivanews.com/

Mata Bionik Seharga 1 Miliar

Setelah melalui dua dekade masa riset dan pengembangan, sebuah perusahaan berhasil membuat sebuah alat mata bionik bagi orang-orang yang mengalami kebutaan akibat kerusakan degeneratif.

"Penemuan ini menandai awal dari era di mana penglihatan bisa dipulihkan ke level yang lebih menakjubkan," ujar Robert Greenberg, President dan CEO Second Sight, perusahaan asal California yang mengembangkan alat ini.

Seperti dikutip dari situs Technology Review, alat yang dinamakan Argus itu dijual seharga US$115 ribu alias sekitar Rp1 miliar. Alat ini dilengkapi dengan sebuah kamera yang dipasang di kaca mata dan sebuah implan yang ditanam di dekat retina pasien.

Kamera akan memancarkan sinyal citra kepada chip implan itu sehingga akan menstimulasi sel-sel retina dan memproduksi cahaya pada pandangan mata pasien.

Alat ini akan membantu orang-orang yang menderita retinitis pigmentosa, atau cacat penglihatan akibat kerusakan photoreseptor atau bagian mata yang menangkap cahaya.

Untuk saat ini Argus II yang menggunakan 60 elektroda pada implannya, sehingga hanya bisa mengembalikan penglihatan secara terbatas.
"Pasien bisa memetakan dan mengenali obyek yang sederhana, seperti melihat orang di depan mereka, dan mengikuti arah gerakan," ujar Greenberg.

Selain itu, diharapkan pasien juga bisa mengenali pintu, jendela, mengikuti garis, atau membaca tulisan yang besar, secara perlahan.

Bagaimanapun, menurut Direktur Institute for Ophtalmic Research Universitas Tubingen Jerman, Eberhart Zrenner, penglihatan bionik yang disediakan oleh Argus II merupakan pencapaian penting.

Namun, Zrenner, yang juga mendirikan perusahaan Retinal Implants AG, mengaku tengah mengembangkan alat yang serupa. Namun, menggunakan lebih dari 1500 elektroda dengan memanfaatkan fotodioda sensitif cahaya, ketimbang menggunakan kamera. 

Keunggulan Argus II ini adalah implan bisa lebih lama ditanam di dalam tubuh. Alat ini telah diujikan kepada 30 pasien. "Kami telah melakukan hal yang sebelumnya dianggap mustahil," kata Greenberg.

Sumber :
http://www.vivanews.com/

Sunday, January 9, 2011

Pesawat Listrik Jerman, Elektra One, Akan Segera Terbang

Perusahaan pembuat pesawat terbang Jerman, PC-Aero, kian melangkah maju dalam pengembangan pesawat listrik dengan satu awak, Elektra One. Tubuh pesawat yang terlihat ramping itu sudah menjalani uji coba pengisian daya listri statis sebelum Natal lalu. Perusahaan berharap akan melakukan uji coba terbang pertama pada bulan depan.

Elektra One adalah salah satu dari tiga pesawat listrik yang direncanakan oleh perusahaan, demikian menurut sang CEO, Calin Gologan. PC-Aero juga berencana untuk membuat versi dengan dua hingga empat penumpang pada tahun-tahun mendatang.

PC-Aero berharap motor berdaya 16 kilowatt (21 tenaga kuda) akan menerbangkan Elektra One ke kecepatan penuh yakni lebih dari 110 kilometer perjam.

Pesawat listrik baru itu diumumkan ke publik pada April tahun lalu, dalam pameran primer perdagang penerbangan umum Eropa, di Aero Friedrichshafen. Saat itu pesawat masih berupa kerangka udara yang sedikit lebih maju. Namun pada November, perusahaan telah mendemonstrasikan sistem motor listrik yang bekerja dalam pesawat. Kini dengan penyelesaian uji coba listri statis, PC-Aero berencana melakukan pengetesan terbang pada Februari.

Sebagai tambahan dari pesawat listrik ini, perusahaan juga mengembangkan gagasan hanggar pesawat bertenaga surya untuk memarkir pesawat. Perusahaan mengklaim dengan atap seluas 40 meter persegi terlapisi panel surya, seorang pilot dapat terbang lebih dari 300 jam dengan baterai terisi penuh tenaga surya. Hitungan itu berdasar kalkulasi PC-Aero yang berbasis di Jerman selatan.

Perusahaan juga mendaftar sejumlah rencana bagi kedua versi Elektra One, satu tipe dengan lebar sayap yang diperpanjang dan panel surya terintegrasi sebagai pemasok daya baik di darat maupun di udara, dan satu lagi versi aerobatik yang membutuhkan daya dua kali lipat dan kerangka badan pesawat yang diperkuat.

Sumber :
republika.co.id

Awas! Foursquare Bisa Jadi Senjata Untuk Menguntit Orang

EDINBURGH - Berhati-hatilah dalam menggunakan situs jejaring sosial berbagi lokasi seperti Foursquare, Koprol dan layanan sejenis lainnya.

Seorang pria di Edinburgh, Skotlandia, mengaku dikuntit selama sembilan bulan oleh wanita yang mengikuti pergerakannya di dunia maya.

Kepolisian Lothian and Borders menerima pengaduan dari seorang desainer freelance 26 tahun asal Stockbridge, Edinburgh.

Pria itu mengaku kerap diikuti oleh seorang wanita 22 tahun, yang ditemuinya pada sebuah eksibisi tahun lalu.

Wanita inilah yang telah mengikuti sang perancang secara diam-diam selama sembilan bulan.

Setelah pertemuan eksibisi itu, wanita tersebut mengiriminya email dan SMS serta meneleponnya setiap hari. Wanita itu bahkan kerap muncul di tempat-tempat yang dikunjungi sang pria, meskipun mereka baru saja bertemu.

Diketahui, wanita itu melacak keberadaan korban melalui situs pelacak lokasi Foursquare, dimana user bisa �check in� untuk berbagi informasi seputar keberadaan mereka dengan teman-teman.

Desainer itu akhirnya menghubungi polisi setelah wanita tersebut mengirimkan email ke klien-kliennya serta mengirim sejumlah pesan dengan nama palsu dan berpura-pura tertarik mempekerjakan dirinya.

Derek Graham, yang bekerja untuk Unit Investigasi Internet Kepolisian Lothian and Borders, mengklaim bahwa ini merupakan kasus pertama yang ditemuinya.

"Foursquare kini telah merajalela. Facebook pun meluncurkan aplikasi serupa dimana anda bisa memberitahukan lokasi anda," ujar Graham.

"Saat ini, semua orang berinteraksi secara online dan hal itu juga memiliki dampak pada kejahatan. Anda harus berhati-hati dengan informasi yang anda berikan (di dunia maya)," lanjutnya.

"Ini adalah insiden pertama yang saya temui tapi semua orang harus berhati-hati"

"Masalah ini sangat mungkin menjadi lebih besar. Interaksi online tidak akan menghilang, jadi orang-orang setidaknya harus waspada," tuntas Graham seperti diberitakan Telegraph.

Sumber :
suaramedia.com

Warga Inggris Temukan 4 Planet Asing Dari Komputer Rumahan

LONDON - Orang akan mengerahkan berbagai upaya untuk sesuatu yang sangat diminatinya.

Seperti yang dilakukan Peter Jalowiczor, karena tidak memiliki teleskop, pecinta Astronomi asal Inggris ini memanfaatkan dua unit komputer rumahan untuk menemukan empat planet asing.

Jalowiczor mengatakan bahwa ia menggunakan dua buah komputer rumahnya dan menghabiskan waktu selama tiga tahun, untuk menganalisa data yang dirilis oleh Lick-Canegie Planet Search Team dari University of California, Santa Cruz, California. Demikian seperti diberitakan Cnet, Selasa (4/1/2011).

Peter Jalowiczor, menggunakan spectroscopy Doppler untuk melacak planet yang lokasinya terlalu jauh, untuk dilacak dengan menggunakan teleskop.

"Saya melihat pada perubahan perilaku di bintang-bintang, yang hanya bisa disebabkan oleh planet atau planet yang mengitari mereka"

"Begitu saya bisa mengidentifikasinya, saya akan mengirimkan informasi detilnya ke Lick-Canegie Planet Search Team di Santa Cruz," jelas Jalowiczor.

"Jika planet mengorbit pada sebuah bintang, maka itu akan menyebabkan sedikit goyangan pada pergerakan bintang tersebut"

"Goyangan tersebut terlihat pada cahaya bintang tersebut," tambah Jalowiczor.

Berkat ketekunannya, Jalowiczor pun diganjar penghargaan. Empat planet yang berhasil ditemukan olehnya diberi nama HD31253b, HD218566b, HD177830c, dan HD99492c.

Sumber :
suaramedia.com

Hacker Anonymous Bombardir Situs Pemerintah Tunisia

TUNISIA - Sekelompok aktivis internet �menyerang� beberapa situs pemerintah Tunisia sebagai bentuk protes atas sensor berlebihan di negara Afrika Utara tersebut.

'Anonymous', yang belum lama ini juga menyerang sejumlah situs serta layanan penentang WikiLeaks, kabarnya telah berhasil menutup situs resmi pemerintah, bursa efek, serta beberapa situs lain.

"Sebagai tambahan, kami juga telah mengambil langkah untuk memastikan setiap warga Tunisia bisa terhubung dengan internet secara anonym serta mengakses informasi tanpa harus diketahui oleh pemerintah," demikian pernyataan grup itu seperti diberitakan Straits Times, Kamis (6/1/2011).

"Anonymous bersedia untuk membantu rakyat Tunisia dalam perjuangan melawan penindasan," ujar pernyataan kelompok penyerang itu.

"Serangan cuber akan bertahan sampai pemerintah Tunisia menghormati hak semua warga negara Tunisia untuk kebebasan bicara dan informasi serta berhenti menyensor internet."

Grup tersebut mengklaim telah meluncurkan 'serangan' DDoS (distributed denial-of-service) kepada situs-situs resmi pemerintah Tunisia.

Dimana sejumlah besar komputer diperintahkan untuk memberatkan server situs yang bersangkutan dengan trafik virtual, melambatkan layanan, atau bahkan membuat situs tersebut offline sepenuhnya.

Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes mereka terhadap tingkatan sensor pemerintah Tunisia dalam aktivitas internet warganya.

Selain memblok situs para blogger yang berseberangan dengan pemerintah, sensor juga diterapkan kepada situs seperti Flickr serta situs atau sumber berita manapun yang menyebutkan Wikileaks.

Berdasarkan indeks kebebasan pers yang diterbitkan lembaga pengawasan media, Reporters Without Borders, Tunisia memang menjalankan sensor yang cukup ketat.

Terbukti, Tunisia berada berada di peringkat 164 dari 178 negara yang sering melakukan sensor di dunia maya.

Sumber :
suaramedia.com

Berwujud eCard Natal, Malware Jahat Sedot Data Pemerintah AS

WASHINGTON - Selama liburan Natal kemarin, beberapa pegawai pemerintah dan kontraktor menerima kartu Natal elektronik yang mengaku berasal dari Gedung Putih.

Kartu tersebut sebenarnya adalah malware penyapu dokumen.

Seperti yang diberitakan Switched.com, ketika pengguna membuka file ecard tersebut, atau mengklik linknya, maka sebuah trojan akan mencuri dokumen file PDF, Word, dan Excel, lalu trojan tersebut akan mengunggahnya ke sebuah server di negara Republik Belarus.

Blogger Brian Krebs melaporkan bahwa ada sekira 2GB dokumen pemerintah yang diambil dari serangan 'phishing' tersebut.

Lalu menurut NetWitness, serangan ini dilancarkan oleh beragam ZeuS botnet yang membajak 74.000 PC pada bulan Februari tahun lalu.

Krebs bisa mengidentifikasi beberapa korban terakhir dari serangan ini.

Bahkan termasuk seorang analis intelijen dari polisi negara bagian Massachusetts.

Seorang pegawai dari National Science Foundation's Officer of Cyber Infrastructure, dan seorang pegawai dari Financial Action Task Force.

Adalah sebuah masalah jika pegawai pemerintah dan kontraktor menjadi sasaran dari serangan ini.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah pihak pemerintah yang masih terlihat santai dalam menanggapi masalah keamanan di internet.

Sumber :
suaramedia.com