[TRIPOLI] Inggris dan Prancis membuat draft resolusi PBB untuk pemberlakukan zona larangan terbang di Libia yang tengah dilanda perang saudara. Hanya saja konsep tersebut masih diperdebatkan di kalangan menteri pertahanan NATO sejak pekan lalu.
Negara-negara Semenanjung Arab tampaknya mendukung ide Inggris dan Prancis. Namun di PBB masih terpecah antara yang mendukung maupun tidak terhadap ide pemberlakukan zona larangan terbang.
Sedangkan di Libia, pasukan yang loyal terhadap Kolonel Moamer Kadhafi pada saat ini sedang berada di atas angin. Sejumlah wilayah yang sebelumnya dikuasai pasukan antipemerintah, berhasil direbut. Kadhafi baru-baru ini sudah mengirimkan pesan kepada mereka yang tidak mendukungnya.
Kelompok antipemerintah tersebut diizinkan bersama keluarga mereka meninggalkan Libia. Mereka juga dibolehkan membawa kekayaan yang mereka miliki.
Menanggapi usulan tersebut, pimpinan pemberontak di Benghazi yang menamakan diri Dewan Transisi Nasional Libia telah menolak ide tersebut.
Dalam pertempuran kemarin, pasukan pro-Kadhafi meluncurkan serangan udara ke basis milisi antipemerintah di pelabuhan minyak Ras Lanuf. Kemudian di bagian barat, Kota Bin Jawad juga dikuasai militer pendukung pemerintah.
Sumber :
www.suarapembaruan.com
Sumber :
www.suarapembaruan.com

