Saturday, January 8, 2011

Jilbab di Sekolah Menangkan Kasus Diskriminasi

BRUSSELS � Komisi Kesempatan Setara di Belanda mengatakan bahwa sebuah sekolah menengah atas Katolik di kota Volendam, sebelah utara Belanda, bersalah atas diskriminasi dengan alasan agama karena melarang seorang pelajar Muslim mengenakan jilbab.

Media Belanda melaporkan bahwa gadis itu mulai memakai jilbab ke sekolah tahun ini dan dilarang mengikuti kelas.

Ayahnya memasukkan keluhan ke komisi, yang mengatakan bahwa pelajar sekolah pada prinsipnya bebas memakai jilbab, penutup kepala Yahudi, atau salib Kristen.

Tahun lalu, sebuah sekolah dasar Kristen ortodok di Den Haag menolak untuk menerima seorang pengajar Muslim karena dia memakai jilbab.

Kepala sekolah Teun Klaver mengatakan bahwa sekolahnya menerapkan aturan berpakaian yang tegas sejak tujuh tahun lalu. Sekolah itu melarang semua pakaian dan atribut relijius kecuali berkaitan dengan agama Kristen.

Sekolah relijius Ortodoks dijalankan secara privat tapi menerima dana dari pemerintah. Mereka mungkin hanya melarang simbol-simbol relijius di bawah persyaratan yang sangat ketat, ujar juru bicara Komisi.

Sekolah bisa menerapkan larangan jika itu dibutuhkan untuk memelihara identitas khusus mereka, tapi bukan itu masalahnya dengan sekolah Volendam, ujar komisi.

Tak hanya di Belanda, beberapa sekolah Belgia sebelumnya juga berencana menerapkan larangan serupa.

Dalam usulan setebal 40 halaman, Dewan Negara Bagian oleh pemimpin parlemen Jean-Charles Luperto menekankan hak kebebasan berpendapat, tapi juga membawa prinsip fundamental netralitas dalam pelayanan publik di Belgia. Lebih lanjut Dewan mengatakan bahwa usulan itu sejalan dengan hukum yang berlaku di masyarakat Perancis, yang melarang personil pendidikan untuk menunjukkan keyakinan politik, filosofis dan religius mereka.

Pengadilan Belgia direncanakan melakukan pelarangan terhadap jilbab Muslim di dua sekolah di daerah berbahasa Belanda Flanders, sebuah persoalan yang mengarahkan ancaman kematian bagi satu kepala sekolah dan grafiti dituliskan di dinding.

Sekolah di Antwerp dan daerah tetangga Hoboken memperkenalkan pelarangan di awal tahun ajaran baru minggu lalu, berpendapat bahwa anak perempuan Muslim dipaksa memakai jilbab oleh keluarga dan teman sebaya mereka.

Sumber :
suaramedia.com