SIAPKAH Anda menjadi orangtua? Pertanyaan tersebut mungkin menghantui Anda belakangan ini. Sebelum menjawab, perhatikan tipnya dari Dra. Mira D. Amir, Psikolog LPT-UI.
Relasi Pasangan Istri-Suami
Inilah fondasi utama menjadi orangtua. Sikap saling memahami dan menerima pribadi berbeda satu sama lain, juga baik-buruk, akan memengaruhi kesepakatan pola asuh bagi anak.
Hal ini tercermin dari: apakah istri-suami memiliki hubungan pernikahan yang saling menyintai?, apakah sama-sama memiliki harapan memiliki anak?, apakah mempunyai keyakinan membesarkan anak?
Bila salah satu, entah itu istri atau suami masih merasa cemas, itu artinya Anda berdua belum siap menjadi orangtua. Kalaupun dipaksakan tetap mempunyai anak, dia tumbuh menjadi anak yang tidak siap mental, justru akan memengaruhi hidup anak ketika dia dewasa.
Sebaliknya, bila Anda berdua merasa bahagia dan siap menerima tantangan menjadi orangtua, itulah saat tepat Anda siap menjadi orangtua.
Berbagi Tanggung Jawab
Kalau dulu, suami atau istri hanya memikirkan aktivitas masing-masing, kini Anda berdua mengedepankan kebutuhan anak. Misalnya saja, saat istri sudah lelah seharian mengurus bayi, suami membantu istri, seperti mengganti popok atau menenangkan bayi saat dia menangis.
Bila sejak awal ada pembagian tanggung jawab, niscaya istri-suami tidak saling menyalahkan bila terjadi sesuatu terhadap anaknya.
Pengasuhan Anak
Bicara soal pengasuhan anak ini begitu penting. Mengapa? Tidak sedikit pasangan istri-suami yang menganggap anak sebagai urusan sepele. �Ah, nanti ada Eyang-nya kok!� atau �Biar baby sitter saja yang mengurusnya!�. Alhasil, anak pun menjadi �anak Eyang� atau �anak baby sitter�. Padahal, orangtua mempunyai tanggung jawab dalam mengasuh dan memerhatikan tumbuh kembang anak.
Konsekuensi Keuangan
Hadirnya anak turut memengaruhi keuangan orangtua. Sebaiknya, Anda berdua atau salah satunya memiliki penghasilan tetap yang mendukung kebutuhan bayi. Sebab, finansial ini berkaitan dengan beberapa persoalan seperti: mampukah pasangan istri-suami membesarkan anak?, bagaimana bila Anda menggunakan pengasuh?, bagaimana dengan biaya kesehatan anak?, bagaimana bila salah satu memutuskan tidak kembali bekerja atau bekerja paruh waktu?
Banyak Menimba Ilmu
Dalam menyongsong hadirnya buah hati, sebaiknya pasangan istri-suami membaca banyak referensi, mulai dari masa kehamilan, hingga tumbuh kembang bayi. Atau bertanya kepada mereka yang lebih dulu berpengalaman memiliki bayi, seperti orangtua, saudara, teman, atau sahabat.
Ambil contoh, ketika istri hamil, ada hormon yang memengaruhi emosi perempuan. Bila suami tidak memahaminya, tentu akan mengundang salah paham di antara mereka.
Sumber :
okezone.com
Sunday, January 9, 2011
Popular Posts
-
Emily Clarke's name was ascending after his courage to play sex scenes in games of thrones .Who is Emily Clarke ? Emilia Clarke is an ...
-
Autumn in My Heart (Endless Love) Synopsis Two girls whose destiny had been switched for 14 years. Their relationship was destined. Two girl...
-
Rankin's Cheeky - Book of Rankin 's erotica photography Rankin's Cheeky - An Exhibition of Erotica by Rankin at Annroy Gallery ...
-
Shaolin 2011 Film shaolin 2011 ini dibintangi oleh aktor terkenal andy lau (Hao Jie) , aktor terkenal nicholas tse (Huo lung), aktor terkena...
-
The Next Big Thing SKIDROW SKIDROW released a great adventure game called �The Next Big Thing�. To be honest, I haven�t heard about this ga...
-
Profil Artis Indonesia DHEA IMUT Biography Popular name : Dhea Imut Real name : Claudia Annisa Religion : Islam Birth Place : Jakarta, Indon...
-
Biodata Artis Korea - Profil Korean Actress PARK HA SUN Biography Name : Park Ha Sun (Park Ha Seon) Hangul : 박하� Birth Date : October 22, 19...
-
Foto Panas Ibas Dan BCL - Hot Photo Gossip. Have you heard about Ibas and BCL hot photo, or Edhi Baskoro Yodoyono and Bunga Citra Lestari ho...

