Sunday, January 9, 2011

5 Jurus Siap Menjadi Orangtua

SIAPKAH Anda menjadi orangtua? Pertanyaan tersebut mungkin menghantui Anda belakangan ini. Sebelum menjawab, perhatikan tipnya dari Dra. Mira D. Amir, Psikolog LPT-UI.

Relasi Pasangan Istri-Suami

Inilah fondasi utama menjadi orangtua. Sikap saling memahami dan menerima pribadi berbeda satu sama lain, juga baik-buruk, akan memengaruhi kesepakatan pola asuh bagi anak.

Hal ini tercermin dari: apakah istri-suami memiliki hubungan pernikahan yang saling menyintai?, apakah sama-sama memiliki harapan memiliki anak?, apakah mempunyai keyakinan membesarkan anak?

Bila salah satu, entah itu istri atau suami masih merasa cemas, itu artinya Anda berdua belum siap menjadi orangtua. Kalaupun dipaksakan tetap mempunyai anak, dia tumbuh menjadi anak yang tidak siap mental, justru akan memengaruhi hidup anak ketika dia dewasa.

Sebaliknya, bila Anda berdua merasa bahagia dan siap menerima tantangan menjadi orangtua, itulah saat tepat Anda siap menjadi orangtua.

Berbagi Tanggung Jawab
Kalau dulu, suami atau istri hanya memikirkan aktivitas masing-masing, kini Anda berdua mengedepankan kebutuhan anak. Misalnya saja, saat istri sudah lelah seharian mengurus bayi, suami membantu istri, seperti mengganti popok atau menenangkan bayi saat dia menangis.

Bila sejak awal ada pembagian tanggung jawab, niscaya istri-suami tidak saling menyalahkan bila terjadi sesuatu terhadap anaknya.

Pengasuhan Anak

Bicara soal pengasuhan anak ini begitu penting. Mengapa? Tidak sedikit pasangan istri-suami yang menganggap anak sebagai urusan sepele. �Ah, nanti ada Eyang-nya kok!� atau �Biar baby sitter saja yang mengurusnya!�. Alhasil, anak pun menjadi �anak Eyang� atau �anak baby sitter�. Padahal, orangtua mempunyai tanggung jawab dalam mengasuh dan memerhatikan tumbuh kembang anak.

Konsekuensi Keuangan
Hadirnya anak turut memengaruhi keuangan orangtua. Sebaiknya, Anda berdua atau salah satunya memiliki penghasilan tetap yang mendukung kebutuhan bayi. Sebab, finansial ini berkaitan dengan beberapa persoalan seperti: mampukah pasangan istri-suami membesarkan anak?, bagaimana bila Anda menggunakan pengasuh?, bagaimana dengan biaya kesehatan anak?, bagaimana bila salah satu memutuskan tidak kembali bekerja atau bekerja paruh waktu?

Banyak Menimba Ilmu

Dalam menyongsong hadirnya buah hati, sebaiknya pasangan istri-suami membaca banyak referensi, mulai dari masa kehamilan, hingga tumbuh kembang bayi. Atau bertanya kepada mereka yang lebih dulu berpengalaman memiliki bayi, seperti orangtua, saudara, teman, atau sahabat.

Ambil contoh, ketika istri hamil, ada hormon yang memengaruhi emosi perempuan. Bila suami tidak memahaminya, tentu akan mengundang salah paham di antara mereka.

Sumber :
okezone.com